Rabu, 26 Agustus 2015

Tulang Manusia Berdasarkan Letaknya


Tulang Berdasarkan letaknya :
1.       Tulang tengkorak
2.       Tulang badan
3.       Tulang anggota gerak

1.       Tulang-tulang tengkorak (cranium) terdiri dari :
a)      Tulang tengkorak bagian Pelindung Otak
a.       1 tulang dahi (frontalis)
b.       2 tulang ubun-ubun (parientalis)
c.       1 tulang kepala belakang (osipetal)
d.       2 tulang baji (spenadale)
e.       2 tulang tapis
f.        2 tulang pelipis (temporal)
b)     Tulang tengkorak bagian muka
a.       2 tulang rahang atas (maxilare)
b.       2 tulang rahang bawah (mandibulare)
c.       2 tulang pipi (zigomatikum)
d.       2 tulang langit-langit (palantum)
e.       2 tulang air mata (lakrimale)
f.        2 tulang hidung (nasale)
g.       1 tulang lidah (linguale)

Kamis, 20 Agustus 2015

Musik Positif Hari Ini :)

Pagi itu saatnya re-charge semangat positif sambil dengerin ini :
\(ˇˇ)/

Harimu
by : Sintesa Vocal Play

Pagi ini mentari
Terlihat semakin berseri
Ronanya hangat dan menemani
Langkah kecilmu membuka pagi

Lalu kau telah selipkan
Senyum manis dan semua harapan
Terbang dan tak henti kau kepakkan
Jadi apapun yang kau inginkan

Hari ini kau mulai langkah baru
Bertambah amanahmu
Tetap tegar lalui semua itu
Tetap dengan senyummu

Ku disini slalu mendoakanmu
Mendoa bahagiamu
Hari ini dunia utuh untukmu
Hari ini milikmu

Kau tiupkan harapan untuk esokmu
Bingkiskan semuanya dalam senyummu
Luapkan cintamu dengan karyamu, huuu

Sabtu, 15 Agustus 2015

Muslimah..

Wanita muslimah… laksana bunga…. yang menawan…
Wanita muslimah yang sholehah….
Bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya….
Begitu indah…  
Begitu berkilau…
Begitu menentramkan…

Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…
Namun tentunya….
Tak sembarang orang berhak meraihnya….
Menghirup sarinya….

Hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…
Yang dapat memetiknya…
Yang dapat meraih pesonanya…
Dengan harga mahal yang teramat suci…
Sebuah ikatan amat indah… bernama pernikahan…

Karena itu… sebelum saatmu tiba…
Sebelum orang terpilih itu datang dan menggandengmu dalam istananya…
Janganlah engkau biarkan dirimu layu sebelum masanya…
Jangan kau biarkan serigala liar menjadikanmu bahan permainan dalam keisengannya…
Jangan kau biarkan kumbang berebutan menghisap madumu…
Jangan kau biarkan mereka mengintipmu diam-diam… dan menikmati pesonamu dalam kesendiriannya….  
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh…. atas nama taaruf… atas nama cinta…

Ya… atas nama cinta…

Jumat, 03 Juli 2015

Kisah Sahabat Nabi : Salman Al-Farisi

SALMAN AL- FARISI : PROFIL PEJABAT YANG SANGAT SEDERHANA


كُلُّكُمْ رَاءٍ وَكُلُّكُمْ مَّسْءُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ . فَالْإِمَامُ رَاءٍ وَهُوَ مَسْءُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap orang adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Seorang raja/penguasa adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya…”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Keikhlasan Beramal
Kehidupan para sahabat Nabi banyak dipenuhi berbagai macam pribadi cemerlang yang menjadi suri teladan bagi generasi yang datang kemudian. Dan pangkal dari pribadi cemerlang itu adalah semata-mata karena dorongan keikhlasan dalam memeluk Islam dan menjalankan syariat-syariatnya. Bagi mereka, apapun resikonya mereka terima dan dihadapi dengan jiwa yang tabah, istiqamah. Yang penting Allah meridhoi perjalanan dan perjuangan hidupnya. Semboyan yang berkembang ketika itu adalah : hidup mulia atau mati syahid!
Untuk mencapai cita-cita yang begitu tinggi, mereka tanggalkan secara ikhlas kesenangan hidupnya di dunia. Jabatan yang tinggi lagi empuk, kekuasaan yang besar, serta kekayaan yang berlimpahan, mereka terima sebagai amanat yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Yang Maha Agung. Dan salah seorang sahabat Nabi yang telah merelakan kesenangan hidup di dunia ini adalah Salman Al-Farisi.
Ia adalah salah seorang Sahabat Nabi yang sangat sederhana hidupnya dan salah seorang Sahabat Nabi yang gagah berani lagi cerdas otaknya. Ia mampu menciptakan teori penggalian parit di sekitar Madinah, tatkala pasukan musuh hendak menggempurnya. Ia juga dikenal sebagai salah seorang Sahabat Nabi yang memiliki akhlakul karimah, sehingga Rasulullah memasukkannya ke dalam golongan Ahlul-Bait.

Pencari Kebenaran
                Semenjak kecil, Salman dibesarkan dalam suasana serba kemewahan, Ayahnya adalah seorang pejabat tinggi yang kaya raya di Parsi. Tapi ia juga dididik agar menjadi Majusi yang baik. Sehingga kepadanyalah dibebani tanggung jawab menjaga api Majusi di rumah-sesembahan penduduk agar tetap menyala sepanjang waku.
                Tetapi sesuatu terjadi. Ketika Salman telah dewasa, ia “berontak” dari lingkungan agama nenek moyangnya. Ia masuk ke gereja, mempelajari ajaran-ajarannya dan mencoba menjadi penganut Nasrani yang taat.
                Ayahnya marah dan menyiksanya dengan keras. Tapi Salman tetap tabah tak mempedulikannya. Setelah lolos dari amukan sang Ayah, Ia segera bergabung dengan para pemuka Nasrani di Syria, di Mosul, di Nasibin, dan di Amuria yang masuk dalam kekuasaan Imperium Romawi. Tapi semakin Ia mendalami ajaran-ajaran Nasrani dan bergaul akrab dengan para pemimpinnya, justru ia semakin banyak menemui kekecewaan.
                Salman lantas pergi meninggalkan gereja dan hidup sebagai budak belian yang selalu berganti-ganti majikan.
                Sewaktu menjalani kehiduan sebagai budak belian, ia mendengar datangnya seorang Nabi akhir-zaman, yang membawa kebenaran hakiki.
                Darah muda Salman berdesir, ingin sekali bertemu dengan nabi yang selalu disebut-sebut dalam kitab-kitab lama yang telah dipelajarinya. Sekaligus untuk membuktikan kebenaran tentang kenabiannya.
                Dengan melalui proses panjang penuh resiko, Salman berhasil menemui Rasulullah dan masuk Islam setelah berhasil membuktikan kebenaran tentang kenabiannya.

Minggu, 24 Agustus 2014

Hadits tentang silaturahmi


عَنْ جَابِرِبْنِ مُطْعِمٍ : قَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : لَايَدْخُلُ الْجَنَّةُ قَا طِعُ رَحِمٍ
( متفق عليه )


Dari Jabir bin Mut’im berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi keluarga’ ”. 
(HR. Al-Bukhari no. 5525 dan Muslim no. 4637)

Hadits tentang niat


عَنْ أَمِيْرِالْمُؤْمِنِيْنَ عُمَرُبْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَلَ ، سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ : اِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَ إِنَّمَالِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوَى
( رواه البخاري و مسلم )


Dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA, ia berkata, “saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap seseorang itu akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya’ ”. 
(HR. Bukhari dan Muslim)


Kamis, 24 April 2014

Buklet Fakta dibalik Perayaan 14 Februari



FAKTA DIBALIK PERAYAAN 14 FEBRUARI

     Setiap 14 Februari, para remaja diarahkan untuk merayakan hari cinta, hari kasih sayang. Urusan yang satu ini memang tiada habisnya setiap tahun. Setiap kali ada yang sadar akan bahaya virus merah jambu ini, setiap kali pula ada generasi baru yang super polos menerima apa yang diseru oleh kapitalis hedonis, tentang apa yang harus mereka lakukan pada tanggal 14 Februari.

     Cinta hanya disetarakan dengan kartu ucapan, coklat, dan bunga mawar, dengan harga yang tentu tak murah. Merugikan yang punya cinta, dan jelas menguntungkan pengusaha yang meraup milyaran rupiah dari bisnis syahwat ini.
     Dari segi akidah, iman pun tergadai dengan adat dan kebiasaan yang bukan dari Islam. dari segi kehormatan lebih parah lagi. Valentine Day sudah menjelma menjadi ajang pelepasan kehormatan secara massal.